Noe & Moe

Sebuah kisah tentang luka. Bertemu dalam luka. Dan berpisah dengan luka. Adakah hal bahagia? 

Suatu pagi..
Terdengar suara tangisan disebuah panti asuhan yang bernama Panti asuhan Bunda Pertiwi. Ternyata tangisan bayi laki-laki. Seorang penjaga wanita yang sedang bertugas pun memberitahukan hal itu kepada pengurus panti yaitu ibu Pertiwi.

"Ada lagi yang membuang bayi buk." pungkas seorang penjaga panti bernama mbak Tyas.
Ibu panti pun langsung bergegas melihat bayi yang ditinggal di depan panti asuhan.
"Malang sekali nasib bayi ini." pungkas bu Panti.

Ibu Pertiwi itupun melihat kedalam kardus yang berisi bayi tersebut. Ternyata bayi tersebut berjenis kelamin lelaki. Bayi itu sangat tampan, kulitnya sangat putih seputih kapas, kulitnya juga halus seperti kain sutra dan tetluhat manis bahkan saat sedang menangis. Di dalam kardus itu berisi perlengkapan bayi dan sebuah amplop coklat tanggung berisi sejumlah uang dan surat. Ibu panti pun segera membuka isi surat itu. Betapa terkejutnya ibu panti setelah menbaca isi surat itu. Mbak Tyas pun bingung apa yang dibaca ibu panti hingga terlihat seperti terharu.
Ternyata bukan hanya uang yang berada di dalam amplop coklat itu, ternyata juga ada buku tabungan beserta kartu atm di dalamnya. 

"Bu apakah ini uang? Sepertinya banyak sekali uang ini." tanya mbak Tyas ke ibu panti.
"Uang ini jumlahnya sangat banyak mungkin ada sekitar 100juta, dan ibu bayi ini pun juga memberikan buku tabungan beserta atmnya untuk kehidupan putranya di panti ini." jawab ibu panti.
"Lalu kenapa ibunya malah menaruh anaknya disini bukankah kelihatannya ibunya orang mampu ya bu, buktinya dia memberikan uang ini kepada putranya." tanya mbak Tyas yang sangat kebingungan dengan ibu yang membuat bayi ini.

Comments